MAKALAH
PERAN MAHASISWA DALAM MELESTARIKAN BAHASA INDONESIA
DARI MEREBAKNYA BAHASA ALAY DIKALANGAN REMAJA
![]() |
Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi salah Satu
Tugas UTS Mata Kuliah Berbicara Dialektif yang Ampu oleh Bapak Syaiful Abid, M.Pd
OLEH :
NAMA : ALFIFI
PITALOKA
NPM : 2019034)
KELAS : II.A
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
BAHASA SASTRA INDONESIA
JURUSAN BAHASA
DAN SENI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
(STKIP-PGRI) LUBUKLINGGAU
2020
KATA PENGANTAR
Puji
syukur saya panjatkan kepada Allah Swt. Yang telahmemberikan rahmat dan
karuia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Berbicara
Dialektif “Peran Mahasiswa Dalam Melestarikan Bahasa Indonesia Dari Merebaknya
Bahasa Alay Dikalangan Remaja”.
Adapun
bahasan yang pemkalah penulis paparkan dalam makalah ini diperoleh dari
beberapa pembahasan secara teori yang dibandingkan dengan realita yang terjadi
pada masyarakat terhadap semakin cepatnya perkembangan bahasa gaul dimasyarakat
yang tentunya akan berpengaruh terhadap tata cara penggunaan Bahasa Indonesia
yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh
karena itu, penulis dalam menyusun makalah ini mencoba mendeskripsikan tentang
pengertian bahasa gaul, penyebab timbulnya bahasa gaul, pengaruh bahasa gaul
terhadap Bahasa Indonesia, serta berbagai upaya yang harus dilakukan agar
Bahasa Indonesia tidak hilang seiring dengan berkembang pesatnya bahasa gaul.
Akhirnya,
penulis mengucapkan terimakasih kepada Allah Swt., Dosen Bahasa Indonesia, dan
semua pihak yang telah membantu proses penyelesaian makalah ini. Semoga makalah
ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan mampu memahami betapa pentingnya
berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
Purwodadi, 5 April 2020
Pemakalah
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i
KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang ..................................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah ................................................................................ 1
C.
Tujuan Penulisan .................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
A.
Pengertian Bahasa Indonesia .......................................................... .... 3
B.
Fungsi Bahasa ................................................................................. .... 3
C.
Pengertian Bahasa Baku ................................................................. .... 4
D.
Pengertian Bahasa Gaul .................................................................. .... 4
E.
Faktor-faktor Pendukung Maraknya Bahasa Gaul di
Kalangan
Remaja ................................................................................................. 6
F.
Pengaruh Bahasa Gaul Terhadap Bahasa Indonesia ............................ 7
G.
Dampak Positif dan Negatif dari Penggunaan Bahasa
Gaul .......... .... 9
H.
Upaya Mempertahankan Bahasa Indonesia agar tidak
Tergeser oleh
Bahasa Gaul ............................................................. .. 10
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan ..................................................................................... .. 14
B.
Saran ............................................................................................... .. 14
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... .. 15
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebagai masyarakat Indonesia tentunya kita menggunakan Bahasa
Indonesia sebagai bahasa nasional, yang berfungsi sebagai alat komunikasi
mempunyai peran sebagai penyampai informasi. Sebagai isyarat yang digunakan
untuk sebuah komunikasi, bahasa memang sangat beragam yang membedakan atara
wilayah satu dengan yang lainnya. Namun, pemakaian bahasa Indonesia dalam
kehidupan sehari-hari mulai bergeser digantikan oleh pemakaian bahasa anak
remaja yang dikenal dengan bahasa gaul.Entah dari mana datangnyal bahasa anak
muda yang selanjutnya disebut juga bahasa gaul. Dalam makalah ini penulis akan
mencoba mengupas segala sesuatu tentang bahasa gaul dan bahasa Indonesia.
Interferensi bahasa gaul kadang muncul dalam penggunaan bahasa Indonesia dalam
situasi resmi yang mengakibatkan penggunaan bahasa tidak baik dan tidak benar.
Sehubungan dengan semakin maraknya penggunaan bahasa gaul yang
digunakan oleh sebagian masyarakat modern, perlu adanya tindakan dari semua
pihak yang peduli terhadap eksistensi bahasa Indonesia yang merupakan bahasa
nasional, bahasa persatuan, dan bahasa pengantar dalam dunia pendidikan. Dewasa
ini pemakaian bahasa Indonesia baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia
film mulai bergeser digantikan dengan pemakaian bahasa anak remaja yang dikenal
dengan bahasa gaul. Interferensi bahasa gaul kadang muncul dalam penggunaan
bahasa Indonesia dalam situasi resmi yang mengakibatkan penggunaan bahasa tidak
baik dan tidak benar.
B. Rumusan
Masalah
1.
Apa Pengertian Bahasa Indonesia?
2.
Apa Saja Fungsi Bahasa?
3.
Apa Pengertian Bahasa Baku?
4.
Apa Pengertian Bahasa Gaul?
5.
Apa Saja Faktor-faktor Pendukung Maraknya Bahasa Gaul
di Kalangan Remaja?
6.
Bagaimana Pengaruh Bahasa Gaul Terhadap Bahasa
Indonesia?
7.
Apa Saja Dampak Positif
Dan Negatif Dari Penggunaan
Bahasa Gaul?
8.
Bagaimana Upaya Mempertahankan Bahasa Indonesia agar
tidak Tergeser oleh Bahasa Gaul?
C. Tujuan Penulisan
1.
Untuk mengetahui Pengertian Bahasa Indonesia
2.
Untuk Mengetahui Fungsi Bahasa
3.
Untuk Mengetahui Pengertian Bahasa Baku
4.
Untuk Mengetahui Pengertian Bahasa Gaul
5.
Untuk Mengetahui Faktor-faktor Pendukung Maraknya
Bahasa Gaul di Kalangan Remaja
6.
Untuk Mengetahui Pengaruh Bahasa Gaul Terhadap Bahasa
Indonesia
7.
Untuk Mengetahui Dampak Positif Dan Negatif
Dari Penggunaan Bahasa Gaul
8.
Untuk Mengetahui Upaya Mempertahankan Bahasa Indonesia
agar tidak Tergeser oleh Bahasa Gaul
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Bahasa Indonesia
Kamus Besar Bahasa
Indonesia secara terminology mengartikan bahasa sebagai sistem lambang bunyi
yang arbitrer yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerjasama,
berinteraksi, dan mengindentifikasikan diri. Menurut Keraf dalam Smarapradhipa
(2005:1), memberikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan
bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi
yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi
yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer.
Dari pendapat Keraf
diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa bahasa adalah alat komunikasi berupa
symbol bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia yang digunakan dalam masyarakat.
Didalamnya menggunakan simbol-simbol vocal yang bersifat arbitrer. Dari pengertian di atas, dapat diambil
kesimpulan bahwa pengertian bahasa mencakup hal-hal sebagai berikut:
1.
Sistem lambang bunyi yang arbitrer
2.
Alat komunikasi
3.
Simbol bunyi yang memiliki arti serta makna
4.
Digunakan oleh masyarakat untuk beriteraksi
B. Fungsi bahasa
Fungsi bahasa menurut
Mahmudah dan Ramlan (2007:2-3) menjelaskan bahwa fungsi bahasa adalah: alat
komunikasi antaranggota masyarakat Indonesia. Bahsa juga menunjukkan perbedaan
antara satu penutur dengan penutur lainnya, tetapi masing-masing tetap mengikat
kelompok penuturnya dalam satu kesatuan sehingga mampu menyesuaikan dengan
adat-istiadat dan kebiasaan masyarakat. Selain itu, fungsi bahasa juga melambangkan
pikiran atau gagasan tertentu, dan juga melambangkan perasaan, kemauan bahkan
dapat melambangkan tingkah laku seseorang. Fungsi bahasa dibagi menjadi 3 yaitu
:
1.
Alat untuk menyatakan ekspresi diri Bahasa menyatakan
secara terbuka segala sesuatu yang ada dalam fikiran dan perasaan kita,
terlebih dengan bahasa kita dapat menyatakan apa tentang keberadan kita.
2.
Alat komunikasi Bahasa berfungsi sebagai alat
komunikasi untuk mengutarakan maksud yang ingin disampaikan seseorang. Dan
menghasilkan kerjasama yang baik dihasilkan dari komunikasi antar individu.
3.
Alat mengadakan adaptasi sosial Sebagai alat komunikasi
dan interkasi akan mempengaruhi banyak orang. Dari interaksi yang terus-menerus
bahasa akan memudahkan seseorang untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
C. Pengertian bahasa baku
Setiap negara atau suatu
wilayah umumnya memiliki bahasa resmi masing-masing yang digunakan oleh
rakyatnya. Pengertian bahasa baku adalah bahasa yang menjadi bahasa pokok yang
menjadi bahasa standar dan acuan yang digunakan sehari-hari dalam masyarakat.
Bahasa baku mencakup pemakaian sehari-hari pada bahasa percakapan lisan maupun
bahasa tulisan.
Penggunaan bahasa baku lazim dipakai dalam situasi dan konsidi sebagai berikut di bawah ini :
Penggunaan bahasa baku lazim dipakai dalam situasi dan konsidi sebagai berikut di bawah ini :
1.
Komunikasi Resmi (Tertulis) Contoh : Surat-menyurat
resmi, pengumuman resmi, undang-undang, peraturan, dan lain-lain.
2.
Pembicaraan Formal Di Depan Umum (Lisan) Contoh :
Pidato, ceramah, khotbah, mengajar sekolah, mengajar kuliah, dan lain
sebagainya.
3.
Wacana Teknis (Tertulis) Contoh : Karangan ilmiah,
skripsi, tesis, buku pelajaran, laporan resmi, dan lain-lain.
4.
Pembicaraan Formal (Lisan) Contoh : Murid kepada guru,
bawahan kepada atasan, layanan pelanggan kepada pelanggan, menteri kepada
presiden, dsb. Tidak hanya terbatas kepada orang yang dihormati saja karena
presiden umumnya berbicara pada rakyat jelata dengan bahasa formal.
D. Pengertian bahasa gaul
Bahasa
gaul adalah ragam bahasa Indonesia nonstandar yang lazim digunakan di Jakarta
pada tahun 1980-an. Ragam ini semula diperkenalkan oleh generasi muda yang
mengambilnya dari kelompok waria dan masyarakat terpinggir lain. Bahasa gaul
merupakan salah satu cabang dari bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk
pergaulan. Istilah ini mulai muncul pada akhir ahun 1980-an. Pada saat itu
bahasa gaul dikenal sebagai bahasanya para bajingan atau anak jalanan
disebabkan arti kata prokem dalam pergaulan sebagai preman.
Bahasa gaul pada umumnya
digunakan sebagai sarana komunikasi di antara remaja sekelompoknya selama kurun
tertentu. Hal ini dikarenakan, remaja memiliki bahasa tersendiri dalam
mengungkapkan ekspresi diri. Sarana komunikasi diperlukan oleh kalangan remaja
untuk menyampaikan hal-hal yang dianggap tertutup bagi kelompok usia lain atau
agar pihak lain tidak dapat mengetahui apa yang sedang dibicarakannya. Masa
remaja memiliki karakteristik antara lain petualangan, pengelompokan, dan
kenakalan. Ciri ini tercermin juga dalam bahasa mereka. Keinginan untuk membuat
kelompok eksklusif menyebabkan mereka menciptakan bahasa rahasia.
Bahasa yang mempunyai
istilah yang unik, sedangkan defenisi yang kedua diperjelas lagi bahwa Menurut
Mulyana (2008), bahasa gaul adalah sejumlah kata atau istilah yang mempunyai
arti yang khusus, unik, menyimpang atau bahkan bertentangan dengan arti yang lazim
ketika digunakan oleh orang-orang dari subkultur tertentu. Selain pendapat
tersebut Sarwono (2004) mengatakan bahwa bahasa gaul adalah bahasa khas remaja
(kata-katanya dibah-ubah sedemikian rupa, sehingga hanya bisa dimengeri di
antara mereka) bisa dipahami oleh hampir seluruh remaja di tanah air yang
terjangkau oleh media massa, padahal istilah istilah itu berkembang, berubah
dan bertambah hampir setiap hari. Kedua defenisi itu saling melengkapi. Pada
defenisi yang pertama hanya menerangkan bahwa bahasa gaul adalah yang
menggunakan bahasa tersebut adalah para remaja dan bahasa tersebut akan terus
berkembang.
Ragam bahasa gaul remaja
memiliki ciri khusus, yaitu: singkat, lincah dan kreatif. Kata-kata yang
digunakan cenderung pendek, sementara kata yang agak panjang akan diperpendek
melalui proses morfologi atau menggantinya dengan kata yang lebih pendek
seperti ‘permainan-mainan, pekerjaan-kerjaan.
1.
Word clipping, suatu kata dipendekkan atau dipotong
tanpa mengubah maknanya.
2.
Compounding, dua kata atau lebih yang telah ada
digabung menjadi satu kata baru.
3.
Abbreviation, suatu kata diciptakan dengan mengambil
inisial atau huruf dari beberapa kata sehingga huruf-huruf tersebut menjadi
satua kesatuan.
4.
Onomatopoeai, pembentukan kata menirukan suara.
5.
Generalization of proper names, mengembangkan kata dari
sebutan asli.
6.
Borrowing from dilect and foreign langunges, meminjam
kata dari dialek dan bahasa asing.
7.
Extension of meaning by analogy, suatu kata diciptakan
dengan menggabungkan 2 hal yang memiliki makna atau arti yang sama.
8.
Saying word from behind (Malang’s prokem languange,
mengucapkan kata dengan membalikkan kata dari belakang ke depan
9.
Mengganti satu dua huruf dengan huruf lain atau
menghilangkan huruf di tengah-tengah kata.
10.
Menukar konsonan dan menggati satu dua huruf.
11.
Menembahkan ‘F’ atau ‘S’ pada setiap suku kata.
12.
Mengubah sama sekali bentuk kata.
E. Faktor-faktor Pendukung Maraknya Bahasa
Gaul di Kalangan Remaja
Perkembangan bahasa gaul
di kalangan remaja sangatlah cepat. Mengapa?? Karena didukung oleh beberapa
faktor yang cukup berpengaruh terhadap kondisi lingkungan remaja. Antara
lain :
a.
Adanya bahasa gaul ditandai dengan menjamurnya internet
dan situs-situs jejaring sosial yang berdampak signifikan terhadap perkembangan
bahasa gaul. Penikmat situs-situs jejaring sosial yang kebanyakan adalah
remaja, menjadi agen dalam menyebarkan pertukaran bahasa gaul. Tulisan seorang
remaja di situs jejaring sosial yang menggunakan bahasa ini, akan dilihat dan
bisa jadi ditiru oleh ribuan remaja lain. Misalnya, facebook, twitter,
friendster.
b.
Karena pengaruh lingkungan. Umumnya para remaja
menyerap dari percakapan orang-orang dewasa di sekitarnya, baik teman sebaya
atau keluarga.
c.
Peran media (elektronik) yang menggunakan istilah
bahasa gaul dalam film-film khusunya film remaja dan iklan, semisal dari adegan
percakapan di televisi. Aritnya bahasa gaul tidak hanya terjadi karena kontak
langsung antara masyarakat itu sendiri, tapi sebagian besar karena “disuapi”
oleh media. Padahal media massa memiliki peran besar dalam perkembangan bahasa
Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan kaidah yang yang telah ada.
d.
Media cetak, misalnya bahasa yang ada dalam majalah,
surat kabar atau koran. Selain itu, pembuatan karya sastra remaja misalnya
cerpen atau novel yang umumnya menggunakan bahasa gaul.
e.
Dampak dari pembangunan dan perkembangan zaman atau
modernisasi, di mana segala hal yang ada di lingkungan kita harus selalu ter
up-to date. Dampak dari modernisasi yang paling terlihat adalah gaya hidup,
seperti cara berpakaian, cara belajar, aplikasi teknologi yang makin maju
maupun cara bertutur kata (pemakaian bahasa). Dilihat dari cara bertutur
kata atau dalam pemakaian bahasa, dewasa ini munculnya “Bahasa Gaul” sangat
fenomenal terutama terlihat pada kalangan masyarakat (remaja) khususnya yang
ingin diakui sebagai remaja jaman sekarang yang gaul, funky, dan keren.
Kemunculan bahasa gaul ini dapat menggeser penggunaan bahasa Indonesia yang
baik dan benar.
Yang pasti, bahasa gaul
akan selalu muncul dan berkembang sesuai zaman masing-masing. Beberapa tahun
lalu, istilah “memble aje” atau “Biarin, yang penting kece” sempat ngetren.
Istilah-istilah tersebut lantas tenggelam dengan sendirinya, tergantikan oleh
istilah lain. Di antaranya, “so what gitu loh”, “jayus”, dan “Kesian deh lo!”
F. Pengaruh bahasa gaul terhadap bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia sebagai
bahasa nasional yang berfungsi sebagai alat komunikasi mempunyai peran sebagai
penyampai informasi. Kebenaran berbahasa akan berpengaruh terhadap kebenaran
informasi yang disampaikan. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal
penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama. Kendala yang
harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya
bahasa gaul. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik.
Dewasa ini pemakaian bahasa Indonesia baik dalam kehidupan sehari-hari maupun
dunia film mulai bergeser digantikan dengan pemakaian bahasa anak remaja yang
dikenal dengan bahasa gaul.
Seiring dengan
perkembangan zaman ke zaman khususnya di Negara Indonesia semakin terlihat
pengaruh yang diberikan oleh bahasa gaul terhadap bahasa Indonesia dalam
penggunaan tata bahasanya. Penggunaan bahasa gaul oleh masyarakat luas
menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan bahasa Indonesia sebagai
identitas bangsa pada saat sekarang dan masa yang akan datang. Dewasa ini,
masyarakat sudah banyak yang memakai bahasa gaul dan parahnya lagi generasi
muda Indonesia juga tidak terlepas dari pemakaian bahasa gaul ini. Bahkan
generasi muda inilah yang banyak memakai bahasa gaul daripada pemakaian bahasa
Indonesia. Untuk menghindari pemakaian bahasa gaul yang sangat luas di
masyrakat, seharusnya kita menanamkan kecintaan dalam diri generasi bangsa
terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Seiring dengan munculnya
bahasa gaul dalam masyarakat, banyak sekali dampak atau pengaruh yang
ditimbulkan oleh bahasa gaul terhadap perkembangan bahasa Indonesia sebagai
identitas bangsa diantaranya sebagai berikut:
1.
Eksistensi Bahasa Indonesia Terancam Terpinggirkan Oleh
Bahasa Gaul
Berbahasa sangat erat
kaitannya dengan budaya sebuah generasi. Kalau generasi negeri ini kian
tenggelam dalam pudarnya bahasa Indonesia yang lebih dalam, mungkin bahasa
Indonesia akan semakin sempoyongan dalam memanggul bebannya sebagai bahasa
nasional dan identitas bangsa. Dalam kondisi demikian, diperlukan pembinaan dan
pemupukan sejak dini kepada generasi muda agar mereka tidak mengikuti
pembusukan itu. Pengaruh arus globalisasi dalam identitas bangsa tercermin pada
perilaku masyarakat yang mulai meninggalkan bahasa Indonesia dan terbiasa
menggunakan bahasa gaul. Saat ini jelas di masyarakat sudah banyak adanya
penggunaan bahasa gaul dan hal ini diperparah lagi dengan generasi muda
Indonesia juga tidak terlepas dari pemakaian bahasa gaul. Bahkan, generasi muda
inilah yang paling banyak menggunakan dan menciptakan bahasa gaul di
masyarakat.
2.
Menurunnya Derajat Bahasa Indonesia
Karena bahasa gaul
yang begitu mudah untuk digunakan berkomunikasi dan hanya orang tertentu yang
mengerti arti dari bahasa gaul, maka remaja lebih memilih untuk menggunakan
bahasa gaul sebagai bahasa sehari-hari. Sehingga bahasa Indonesia semakin pudar
bahkan dianggap kuno di mata remaja dan juga menyebabkan turunnya derajat
bahasa indonesia.
3.
Menyebabkan punahnya Bahasa Indonesia
Penggunaan bahasa gaul
yang semakin marak di kalangan remaja merupakan sinyal ancaman yang sangat
serius terhadap bahasa indonesia dan pertanda semakin buruknya kemampuan
berbahasa generasi muda zaman sekarang. Sehingga tidak dapat dipungkiri suatu
saat bahasa Indonesia bisa hilang karena tergeser oleh bahasa gaul di masa yang
akan datang
G. Dampak Positif dan Negatif dari Penggunaan
Bahasa Gaul
Segala sesuatu pasti
mempunyai dampak positif dan negatif. Begitu pula dengan bahasa gaul yang juga
mempunyai dampak positif dan negatif terhadap penggunanya dan orang lain.
1.
Dampak positif
Dampak positif dengan
digunakannya bahasa gaul adalah remaja menjadi lebih kreatif. Terlepas dari
menganggu atau tidaknya bahasa gaul ini, tidak ada salahnya kita menikmati tiap
perubahan atau inovasi bahasa yang muncul. Asalkan dipakai pada situasi yang
tepat, media yang tepat dan komunikan yang tepat juga.
2.
Dampak negatif
a.
Bahasa gaul dapat mengganggu siapapun yang membaca dan
mendengar kata-kata yang termaksud di dalamnya. Karena, tidak semua orang
mengerti akan maksud dari kata-kata gaul tersebut. Terlebih lagi dalam bentuk
tulisan, sangat memusingkan dan memerlukan waktu yang lebih banyak untuk
memahaminya.
b.
Bahasa gaul dapat mempersulit penggunanya dalam
berkomunikasi dengan orang lain dalam acara yang formal. Misalnya ketika sedang
presentasi di depan kelas.
c.
Bahasa gaul dapat menyulitkan orang lain yang mendengar
kata-kata yang termaksud gaul untuk mengerti maksud dari apa yang
dibicarakannya.
d.
Bagi masyarakat lain yang merasa terganggu dengan
bahasa Gaul, menganggap bahasa Gaul sangat sulit dipahami demikian juga
penulisan dengan huruf Gaul sangat menyulitkan bagi beberapa orang untuk
membacanya.
e.
Bahasa Gaul dapat mengganggu siapapun yang membaca dan
mendengar kata-kata yang termaksud di dalamnya. Karena, tidak semua orang
mengerti akan maksud dari kata-kata Gaul tersebut. Terlebih lagi dalam bentuk
tulisan, sangat memusingkan dan memerlukan waktu lebih banyak untuk
memahaminya.
H. Upaya Mempertahankan Bahasa Indonesia agar
tidak Tergeser oleh Bahasa Gaul
Agar Bahasa Indonesia
tidak tergeser oleh bahasa gaul, maka kita sebagai warga Indonesia yang baik
hendaknya melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan sebelum
Bahasa Indonesia benar-benar punah. Langkah-langkah yang digunakan adalah
sebagai berikut:
a.
Langkah pencegahan
1.
Menjadikan Lembaga Pendidikan Sebagai Basis Pembinaan
Bahasa
Bahasa baku sebagai
simbol masyarakat akademis dapat dijadikan sarana pembinaan bahasa yang
dilakukan oleh para pendidik. Para pakar kebahasaan, misalnya Keraf, Badudu,
Kridalaksana, Sugono, Sabariyanto, Finoza, serta Arifin dan Amran memberikan
batasan bahwa bahasa Indonesia baku merupakan ragam bahasa yang digunakan dalam
dunia pendidikan berupa buku pelajaran, buku-buku ilmiah, dalam pertemuan
resmi, administrasi negara, perundang-undangan, dan wacana teknis yang harus
digunakan sesuai dengan kaidah bahasa yang meliputi kaidah fonologis,
morfologis, sintaktis, kewacanaan, dan semantis.
2.
Perlunya Pemahaman Terhadap Bahasa Indonesia yang Baik
dan Benar
Bahasa Indonesia yang
baik adalah bahasa yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang
berlaku. Misalnya, dalam situasi santai dan akrab, seperti di warung kopi,
pasar, di tempat arisan, dan di lapangan sepak bola hendaklah digunakan bahasa
Indonesia yang tidak terlalu terikat pada patokan. Dalam situasi formal seperti
kuliah, seminar, dan pidato kenegaraan hendaklah digunakan bahasa Indonesia
yang resmi dan formal yang selalu memperhatikan norma bahasa. Bahasa Indonesia
yang benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan aturan atau
kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Kaidah bahasa itu meliputi kaidah ejaan,
kaidah pembentukan kata, kaidah penyusunan kalimat, kaidah penyusunan paragraf,
dan kaidah penataan penalaran. Jika kaidah ejaan digunakan dengan cermat,
kaidah pembentukan kata ditaati secara konsisten, pemakaian bahasa dikatakan
benar. Sebaliknya jika kaidah-kaidah bahasa kurang ditaati, pemakaian bahasa
tersebut dianggap tidak benar atau tidak baku.
3.
Diperlukan Adanya Undang-Undang Kebahasaan
Dengan adanya
undang-undang penggunaan bahasa diarapkan masyarakat Indonesia mampu menaati
kaidahnya agar tidak mencintai bahasa gaul di negeri sendiri. Sebagai contoh
nyata, banyak orang asing yang belajar bahasa Indonesia merasa bingung saat
mereka berbicara langsung dengan orang Indonesia asli, karena Bahasa yang
mereka pakai adalah formal, sedangkan kebanyakan orang Indonesia berbicara
dengan bahasa informal dan gaul.
4.
Peran Variasi Bahasa dan Penggunaannya
Variasi bahasa terjadi
akibat adanya keberagaman penutur dalam wilayah yang sangat luas. Penggunaan
variasi bahasa harus disesuaikan dengan tempatnya (diglosia), yaitu antara
bahasa resmi atau bahasa tidak resmi.
a.
Variasi bahasa tinggi (resmi) digunakan dalam situasi
resmi seperti, pidato kenegaraan, bahasa pengantar pendidikan, khotbah, suat
menyurat resmi, dan buku pelajaran. Variasi bahasa tinggi harus dipelajari
melalui pendidikan formal di sekolah-sekolah.
b.
Variasi bahasa rendah digunakan dalam situasi yang
tidak formal, seperti di rumah, di warung, di jalan, dalam surat-surat pribadi
dan catatan untuk dirinya sendiri. Variasi bahasa ini dipelajari secara
langsung dalam masyarakat umum, dan tidak pernah dalam pendidikan formal.
c.
Menjunjung Tinggi Bahasa Indonesia di Negeri Sendiri
Sebenarnya
apabila kita mendalami bahasa menurut fungsinya yaitu sebagai bahasa nasional
dan bahasa negara, maka bahasa Indonesia merupakan bahasa pertama dan utama di
negara Republik Indonesia. Bahasa daerah yang berada dalam wilayah republik
bertugas sebagai penunjang bahasa nasional, sumber bahan pengembangan bahasa
nasional, dan bahasa pengantar pembantu pada tingkat permulaan di sekolah dasar
di daerah tertentu untuk memperlancar pengajaran bahasa Indonesia dan mata
pelajaran lain. Jadi, bahasa-bahasa daerah ini secara sosial politik merupakan
bahasa kedua.
c.
Langkah-langkah penanggulangan
1.
Untuk menghindari pemakaian bahasa gaul yang sangat
luas di masyarakat pada masa depan, perlu adanya usaha pada saat ini menanamkan
dan menumbuhkembangkan pemahaman dan kecintaan dalam diri generasi bangsa
terhadap Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional. Para orangtua, guru dan
pemrintah sangat dituntut kinerja mereka dalam menanamkan dan
menumbuhkembangkan pemahaman dan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap Bahasa
Indonesia. Dengan demikian, pemakaian Bahasa Indonesia secara baik dan benar
pada saat ini dan pada masa depan dapat meningkat.
2.
Perlu adanya tindakan nyata dari semua pihak yang
peduli terhadap eksistensi bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional,
bahasa persatuan dan bahasa pengantar dalam dunia pendidikan.
3.
Menyadarkan masyarakat Indonesia terutama para generasi
penerus bangsa ini, Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional harus diutamakan
penggunaannya. Dengan demikian, mereka lebih mengutamakan penggunaan Bahasa
Indonesia secara baik dan benar daripada bahasa gaul. Penyadaran ini dapat
dilakukan oleh para orang tua di rumah kepada anak-anak mereka. Dapat pula
dilakukan oleh para guru kepada para siswa mereka. Selain itu, pihak pemerintah
dapat bertindak secara bijak dalam menyadarkan masyarakat untuk mengutamakan
penggunaan Bahasa Indonesia di negara kita.
4.
Menanamkan semangat persatuan dan kesatuan dalam diri
generasi bangsa dan juga masyarakat luas untuk memperkukuh Bangsa Indonesia
dengan penggunaan Bahasa Indonesia. Sebagaimana kita ketahui, Bahasa Indonesia
merupakan bahasa persatuan yang dapat kita gunakan untuk merekatkan persatuan
dan kesatuan Bangsa Indonesia. Dengan menanamkan semangat, masyarakat Indonesia
akan lebih mengutamakan Bahasa Indonesia daripada menggunakan bahasa gaul. Cara
menanamkannya dapat dilakukan di rumah, sekolah dan di masyarakat.
5.
Pemerintah Indonesia harus menekankan penggunaan Bahasa
Indonesia dalam film-film produksi Indonesia. Baik film layar lebar maupun
sinetron. Dengan penggunaan Bahasa Indonesia secara benar oleh para pelaku
dalam film nasional yang diperankan aktor dan aktris idola masyarakat,
masyarakat luas juga akan mengunakan Bahasa Indonesia seperti para idola
mereka.
6.
Meningkatkan pengajaran Bahasa Indonesia di sekolah dan
di perguruan tinggi. Para siswa dan mahasiswa dapat diberikan tugas praktik
berbahasa Indonesia dalam bentuk dialog dan monolog pada kegiatan bermain
drama, dalam bentuk diskusi kelompok, penulisan artikel dan makalah dan juga
dalam bentuk penulisan sastra seperti cerita pendek dan puisi. Dengan
praktik-praktik berbahasa Indonesia, dapat mengembangkan kreativitas berbahasa
Indonesia mereka dan juga dapat membiasakan mereka berbahasa Indonesia secar
baik dan benar.
7.
Upaya untuk membina sikap positif terhadap bahasa
Indonesia dilakukan dengan jalur media masssa dan jalur kepemimpinan. Pembinaan
bahasa Indonesia dilakukan melalui jalur media massa karena jangkauannya sangat
luas. Kemudian, jalur kepemimpinan dapat pula dilakukan sebagai salah satu
alternatif membina sikap positif terhadap bahasa Indonesia karena pemimpin
merupakan panutan masyarakat.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dapat kita simpulkan banyaknya kalangan remaja menggunakan bahasa gaul
adakah akibat dari perkembangan zaman yang kian mengalami kemajuan baik dari
dunia pendidikan sampai teknologi.
Gejala bahasa yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan
bahasa Indonesia dianggap sebagai penyimpangan terhadap bahasa. Kurangnya kesadaran
untuk mencintai bahasa di negeri sendiri berdampak pada tergilasnya atau
lunturnya bahasa Indonesia dalam pemakaiannya dalam masyarakat terutama
dikalangan remaja.
Apalagi dengan maraknya dunia kalangan artis menggunakan bahasa gaul
di media massa dan elektronik, membuat remaja semakin sering menirukannya di
kehidupan sehari-hari hal ini sudah menjadi wajar karena remaja suka meniru
hal-hal yang baru.
B. Saran
1.
Perlunya
pelajaran tentang bahasa gaul kepada siswa SD,SMP,SMA agar siswa menggunakan bahasa yang baik dan benar.
2.
Perbanyak
sosialisasi kepada siswa-siswi sekolah tentang Penggunaan bahasa Indonesia yang
baik dan benar.
3.
Didiklah
anak sejak dini menggunakan bahasa Indonesia baik dan benar.
DAFTAR PUSTAKA
Abid, Syaiful.2017. Keberadaan
Bahasa Alay Dalam Perkembangan Bahasa Indonesia
Harimurti Kridalaksana.2008. Kamus Linguistik (edisi ke-Edisi Keempat).
Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.
Ayuyanti, Aisiyah.2011.Pengertian Dan Fungsi
Bahasa, (online), (http://kangarul.wordpress.com), diakses 08 Agustus 2011
Adidarmodjo, Gunawan Wibisono. 1992. Kiat Bahasa. Semarang: Media Wiyata
Faizah, Umi. Bahasa Indonesi,
Antara Variasi dan Penggunaan. diakses 26 Oktober 2009
Sofa. Penggunaan Ragam Bahasa Gaul Dikalangan Remaja. diakses 26 Oktober
2009
http://bataviase.co.id/detailberita-10524806.html enggunaan-bahasa-gaul-terhadap-perkembangan-bahasa-indonesia/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar