Selasa, 13 Oktober 2020

Teks drama

 Judul       : Air Mata Haru

Tema       : Drama Romantis
Alur         : Pendek
Pemeran: 2 orang

Penokohan:

  • Suami
  • Istri

Sinopsis

Suatu pajar, terdapat sepasang suami istri berjalan berdampingan akan menuju masjid untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah.

Dialog

Suami: Bu, abis shalat nanti ketemu lagi disini ya.

Istri: iya Ayah (dengan diiringi senyum hangat).

Masuk dan berpisahlah mereka didalam mesjid, setelah selesai shalat istrinya lebih dahulu keluar mesjid, namun sang istri bingung dimana sendalnya.

Suami: Ada apa bu?

Istri: Sendal ibu hilang yah, tadi disamping sendal ayah.

Suami: Ya sudah, yang mengambil mungkin lebih membutuhkan sendal itu bu.

Istri: Berarti ibu pulang nyeker dong yah. (keluh sang istri)

Ayah: Jangan, sini biar ayah gendong.

Istri: Ibu berat ayah, jangan.

Ayah: Keburu anak anak bangun bu, ayo cepat.

Diatas punggung sang suami, istrinya meneteskan air mata terharu betapa pedulinya suaminya ini, romantis fikirnya.

Ayah: Jangan mennagis ibu, Ayah hanya ingin ibu bahagia.

Ibu: Ini ibu menangis bahagia yah.

Ayah: Kita terus sama sama seperti ini sampai maut memisahkan ya bu.

Ibu: Siap, aamiin ayah.

Selasa, 06 Oktober 2020

Rinduku

 Kini ruang kecil hatiku telah penuh
Sesak ... Dipenuhi rindu tentangmu 
Pernah aku mencoba untuk menolak
Melupakan semua yang bersarang didada 
Ternyata tak mampu juga

Hatiku selalu memanggil namamu
Jiwa ini semakin resah
Hanya butiran-butiran air mata
Yang menemani disaat rindu ini

Wahai belahan jiwaku
Yang selalu aku rindukan
Datangla .. sebagai pengobat rinduku 
Hadirkan kembali mimpi mimpi indah ku
Aku menunggunya ..


Selasa, 07 April 2020


MAKALAH

PERAN MAHASISWA DALAM MELESTARIKAN BAHASA INDONESIA DARI MEREBAKNYA BAHASA ALAY DIKALANGAN REMAJA



 














Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi salah Satu Tugas UTS Mata Kuliah Berbicara Dialektif yang Ampu oleh  Bapak Syaiful Abid, M.Pd


OLEH :


NAMA                            : ALFIFI PITALOKA
NPM                               : 2019034)
KELAS                           : II.A







PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA
JURUSAN BAHASA DAN SENI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
(STKIP-PGRI) LUBUKLINGGAU
2020
KATA PENGANTAR


Puji syukur saya panjatkan kepada Allah Swt. Yang telahmemberikan rahmat dan karuia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Berbicara Dialektif “Peran Mahasiswa Dalam Melestarikan Bahasa Indonesia Dari Merebaknya Bahasa Alay Dikalangan Remaja”.
Adapun bahasan yang pemkalah penulis paparkan dalam makalah ini diperoleh dari beberapa pembahasan secara teori yang dibandingkan dengan realita yang terjadi pada masyarakat terhadap semakin cepatnya perkembangan bahasa gaul dimasyarakat yang tentunya akan berpengaruh terhadap tata cara penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, penulis dalam menyusun makalah ini mencoba mendeskripsikan tentang pengertian bahasa gaul, penyebab timbulnya bahasa gaul, pengaruh bahasa gaul terhadap Bahasa Indonesia, serta berbagai upaya yang harus dilakukan agar Bahasa Indonesia tidak hilang seiring dengan berkembang pesatnya bahasa gaul.
Akhirnya, penulis mengucapkan terimakasih kepada Allah Swt., Dosen Bahasa Indonesia, dan semua pihak yang telah membantu proses penyelesaian makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan mampu memahami betapa pentingnya berbahasa Indonesia yang baik dan benar.




                                                                           Purwodadi, 5 April 2020





                                                                                                      Pemakalah







DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i
KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang ..................................................................................... 1
B.       Rumusan Masalah ................................................................................ 1
C.       Tujuan Penulisan .................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
A.      Pengertian Bahasa Indonesia .......................................................... .... 3
B.       Fungsi Bahasa ................................................................................. .... 3
C.       Pengertian Bahasa Baku ................................................................. .... 4
D.      Pengertian Bahasa Gaul .................................................................. .... 4
E.       Faktor-faktor Pendukung Maraknya Bahasa Gaul di Kalangan
Remaja ................................................................................................. 6
F.        Pengaruh Bahasa Gaul Terhadap Bahasa Indonesia ............................ 7
G.      Dampak Positif dan Negatif dari Penggunaan Bahasa Gaul .......... .... 9
H.      Upaya Mempertahankan Bahasa Indonesia agar tidak
Tergeser oleh Bahasa Gaul ............................................................. .. 10
BAB III PENUTUP
A.      Kesimpulan ..................................................................................... .. 14
B.       Saran ............................................................................................... .. 14
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... .. 15












BAB I
PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang
Sebagai masyarakat Indonesia tentunya kita menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, yang berfungsi sebagai alat komunikasi mempunyai peran sebagai penyampai informasi. Sebagai isyarat yang digunakan untuk sebuah komunikasi, bahasa memang sangat beragam yang membedakan atara wilayah satu dengan yang lainnya. Namun, pemakaian bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari mulai bergeser digantikan oleh pemakaian bahasa anak remaja yang dikenal dengan bahasa gaul.Entah dari mana datangnyal bahasa anak muda yang selanjutnya disebut juga bahasa gaul. Dalam makalah ini penulis akan mencoba mengupas segala sesuatu tentang bahasa gaul dan bahasa Indonesia. Interferensi bahasa gaul kadang muncul dalam penggunaan bahasa Indonesia dalam situasi resmi yang mengakibatkan penggunaan bahasa tidak baik dan tidak benar.
Sehubungan dengan semakin maraknya penggunaan bahasa gaul yang digunakan oleh sebagian masyarakat modern, perlu adanya tindakan dari semua pihak yang peduli terhadap eksistensi bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional, bahasa persatuan, dan bahasa pengantar dalam dunia pendidikan. Dewasa ini pemakaian bahasa Indonesia baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia film mulai bergeser digantikan dengan pemakaian bahasa anak remaja yang dikenal dengan bahasa gaul. Interferensi bahasa gaul kadang muncul dalam penggunaan bahasa Indonesia dalam situasi resmi yang mengakibatkan penggunaan bahasa tidak baik dan tidak benar.

B.       Rumusan Masalah            
1.        Apa Pengertian Bahasa Indonesia?
2.        Apa Saja Fungsi Bahasa?
3.        Apa Pengertian Bahasa Baku?
4.        Apa Pengertian Bahasa Gaul?
5.        Apa Saja Faktor-faktor Pendukung Maraknya Bahasa Gaul di Kalangan Remaja?
6.        Bagaimana Pengaruh Bahasa Gaul Terhadap Bahasa Indonesia?
7.        Apa Saja Dampak Positif  Dan Negatif  Dari Penggunaan Bahasa Gaul?
8.        Bagaimana Upaya Mempertahankan Bahasa Indonesia agar tidak Tergeser oleh Bahasa Gaul?

C.      Tujuan Penulisan
1.        Untuk mengetahui Pengertian Bahasa Indonesia
2.        Untuk Mengetahui Fungsi Bahasa
3.        Untuk Mengetahui Pengertian Bahasa Baku
4.        Untuk Mengetahui Pengertian Bahasa Gaul
5.        Untuk Mengetahui Faktor-faktor Pendukung Maraknya Bahasa Gaul di Kalangan Remaja
6.        Untuk Mengetahui Pengaruh Bahasa Gaul Terhadap Bahasa Indonesia
7.        Untuk Mengetahui Dampak Positif  Dan Negatif  Dari Penggunaan Bahasa Gaul
8.        Untuk Mengetahui Upaya Mempertahankan Bahasa Indonesia agar tidak Tergeser oleh Bahasa Gaul















BAB II
PEMBAHASAN


A.      Pengertian Bahasa Indonesia
Kamus Besar Bahasa Indonesia secara terminology mengartikan bahasa sebagai sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengindentifikasikan diri. Menurut Keraf dalam Smarapradhipa (2005:1), memberikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer.
Dari pendapat Keraf diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa bahasa adalah alat komunikasi berupa symbol bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia yang digunakan dalam masyarakat. Didalamnya menggunakan simbol-simbol vocal yang bersifat arbitrer. Dari pengertian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian bahasa mencakup hal-hal sebagai berikut:
1.        Sistem lambang bunyi yang arbitrer
2.        Alat komunikasi
3.        Simbol bunyi yang memiliki arti serta makna
4.        Digunakan oleh masyarakat untuk beriteraksi

B.       Fungsi bahasa
Fungsi bahasa menurut Mahmudah dan Ramlan (2007:2-3) menjelaskan bahwa fungsi bahasa adalah: alat komunikasi antaranggota masyarakat Indonesia. Bahsa juga menunjukkan perbedaan antara satu penutur dengan penutur lainnya, tetapi masing-masing tetap mengikat kelompok penuturnya dalam satu kesatuan sehingga mampu menyesuaikan dengan adat-istiadat dan kebiasaan masyarakat. Selain itu, fungsi bahasa juga melambangkan pikiran atau gagasan tertentu, dan juga melambangkan perasaan, kemauan bahkan dapat melambangkan tingkah laku seseorang. Fungsi bahasa dibagi menjadi 3 yaitu :
1.        Alat untuk menyatakan ekspresi diri Bahasa menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang ada dalam fikiran dan perasaan kita, terlebih dengan bahasa kita dapat menyatakan apa tentang keberadan kita.
2.        Alat komunikasi Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi untuk mengutarakan maksud yang ingin disampaikan seseorang. Dan menghasilkan kerjasama yang baik dihasilkan dari komunikasi antar individu.
3.        Alat mengadakan adaptasi sosial Sebagai alat komunikasi dan interkasi akan mempengaruhi banyak orang. Dari interaksi yang terus-menerus bahasa akan memudahkan seseorang untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

C.      Pengertian bahasa baku
Setiap negara atau suatu wilayah umumnya memiliki bahasa resmi masing-masing yang digunakan oleh rakyatnya. Pengertian bahasa baku adalah bahasa yang menjadi bahasa pokok yang menjadi bahasa standar dan acuan yang digunakan sehari-hari dalam masyarakat. Bahasa baku mencakup pemakaian sehari-hari pada bahasa percakapan lisan maupun bahasa tulisan.
Penggunaan bahasa baku lazim dipakai dalam situasi dan konsidi sebagai berikut di bawah ini :
1.        Komunikasi Resmi (Tertulis) Contoh : Surat-menyurat resmi, pengumuman resmi, undang-undang, peraturan, dan lain-lain.
2.        Pembicaraan Formal Di Depan Umum (Lisan) Contoh : Pidato, ceramah, khotbah, mengajar sekolah, mengajar kuliah, dan lain sebagainya.
3.        Wacana Teknis (Tertulis) Contoh : Karangan ilmiah, skripsi, tesis, buku pelajaran, laporan resmi, dan lain-lain.
4.        Pembicaraan Formal (Lisan) Contoh : Murid kepada guru, bawahan kepada atasan, layanan pelanggan kepada pelanggan, menteri kepada presiden, dsb. Tidak hanya terbatas kepada orang yang dihormati saja karena presiden umumnya berbicara pada rakyat jelata dengan bahasa formal.

D.      Pengertian bahasa gaul
            Bahasa gaul adalah ragam bahasa Indonesia nonstandar yang lazim digunakan di Jakarta pada tahun 1980-an. Ragam ini semula diperkenalkan oleh generasi muda yang mengambilnya dari kelompok waria dan masyarakat terpinggir lain. Bahasa gaul merupakan salah satu cabang dari bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk pergaulan. Istilah ini mulai muncul pada akhir ahun 1980-an. Pada saat itu bahasa gaul dikenal sebagai bahasanya para bajingan atau anak jalanan disebabkan arti kata prokem dalam pergaulan sebagai preman.
Bahasa gaul pada umumnya digunakan sebagai sarana komunikasi di antara remaja sekelompoknya selama kurun tertentu. Hal ini dikarenakan, remaja memiliki bahasa tersendiri dalam mengungkapkan ekspresi diri. Sarana komunikasi diperlukan oleh kalangan remaja untuk menyampaikan hal-hal yang dianggap tertutup bagi kelompok usia lain atau agar pihak lain tidak dapat mengetahui apa yang sedang dibicarakannya. Masa remaja memiliki karakteristik antara lain petualangan, pengelompokan, dan kenakalan. Ciri ini tercermin juga dalam bahasa mereka. Keinginan untuk membuat kelompok eksklusif menyebabkan mereka menciptakan bahasa rahasia.
Bahasa yang mempunyai istilah yang unik, sedangkan defenisi yang kedua diperjelas lagi bahwa Menurut Mulyana (2008), bahasa gaul adalah sejumlah kata atau istilah yang mempunyai arti yang khusus, unik, menyimpang atau bahkan bertentangan dengan arti yang lazim ketika digunakan oleh orang-orang dari subkultur tertentu. Selain pendapat tersebut Sarwono (2004) mengatakan bahwa bahasa gaul adalah bahasa khas remaja (kata-katanya dibah-ubah sedemikian rupa, sehingga hanya bisa dimengeri di antara mereka) bisa dipahami oleh hampir seluruh remaja di tanah air yang terjangkau oleh media massa, padahal istilah istilah itu berkembang, berubah dan bertambah hampir setiap hari. Kedua defenisi itu saling melengkapi. Pada defenisi yang pertama hanya menerangkan bahwa bahasa gaul adalah yang menggunakan bahasa tersebut adalah para remaja dan bahasa tersebut akan terus berkembang.
Ragam bahasa gaul remaja memiliki ciri khusus, yaitu: singkat, lincah dan kreatif. Kata-kata yang digunakan cenderung pendek, sementara kata yang agak panjang akan diperpendek melalui proses morfologi atau menggantinya dengan kata yang lebih pendek seperti ‘permainan-mainan, pekerjaan-kerjaan.
1.        Word clipping, suatu kata dipendekkan atau dipotong tanpa mengubah maknanya.
2.        Compounding, dua kata atau lebih yang telah ada digabung menjadi satu kata baru.
3.        Abbreviation, suatu kata diciptakan dengan mengambil inisial atau huruf dari beberapa kata sehingga huruf-huruf tersebut menjadi satua kesatuan.
4.        Onomatopoeai, pembentukan kata menirukan suara.
5.        Generalization of proper names, mengembangkan kata dari sebutan asli.
6.        Borrowing from dilect and foreign langunges, meminjam kata dari dialek dan bahasa asing.
7.        Extension of meaning by analogy, suatu kata diciptakan dengan menggabungkan 2 hal yang memiliki makna atau arti yang sama.
8.        Saying word from behind (Malang’s prokem languange, mengucapkan kata dengan membalikkan kata dari belakang ke depan
9.        Mengganti satu dua huruf dengan huruf lain atau menghilangkan huruf di tengah-tengah kata.
10.    Menukar konsonan dan menggati satu dua huruf.
11.    Menembahkan ‘F’ atau ‘S’ pada setiap suku kata.
12.    Mengubah sama sekali bentuk kata.

E.       Faktor-faktor Pendukung Maraknya Bahasa Gaul di Kalangan Remaja
Perkembangan bahasa gaul di kalangan remaja sangatlah cepat. Mengapa?? Karena didukung oleh beberapa faktor  yang cukup berpengaruh terhadap kondisi lingkungan remaja. Antara lain :
a.         Adanya bahasa gaul ditandai dengan menjamurnya internet dan situs-situs jejaring sosial yang berdampak signifikan terhadap perkembangan bahasa gaul. Penikmat situs-situs jejaring sosial yang kebanyakan adalah remaja, menjadi agen dalam menyebarkan pertukaran bahasa gaul. Tulisan seorang remaja di situs jejaring sosial yang menggunakan bahasa ini, akan dilihat dan bisa jadi ditiru oleh ribuan remaja lain. Misalnya, facebook, twitter, friendster.
b.        Karena pengaruh lingkungan. Umumnya para remaja menyerap dari percakapan orang-orang dewasa di sekitarnya, baik teman sebaya atau keluarga.
c.         Peran media (elektronik) yang menggunakan istilah bahasa gaul dalam film-film khusunya film remaja dan iklan, semisal dari adegan percakapan di televisi. Aritnya bahasa gaul tidak hanya terjadi karena kontak langsung antara masyarakat itu sendiri, tapi sebagian besar karena “disuapi” oleh media. Padahal media massa memiliki peran besar dalam perkembangan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan kaidah yang yang telah ada.
d.        Media cetak, misalnya bahasa yang ada dalam majalah, surat kabar atau koran. Selain itu, pembuatan karya sastra remaja misalnya cerpen atau novel yang umumnya menggunakan bahasa gaul.
e.         Dampak dari pembangunan dan perkembangan zaman atau modernisasi, di mana segala hal yang ada di lingkungan kita harus selalu ter up-to date. Dampak dari modernisasi yang paling terlihat adalah gaya hidup, seperti cara berpakaian, cara belajar, aplikasi teknologi yang makin maju maupun cara bertutur kata (pemakaian bahasa).  Dilihat dari cara bertutur kata atau dalam pemakaian bahasa, dewasa ini munculnya “Bahasa Gaul” sangat fenomenal terutama terlihat pada kalangan masyarakat (remaja) khususnya yang ingin diakui sebagai remaja jaman sekarang yang gaul, funky, dan keren. Kemunculan bahasa gaul ini dapat menggeser penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Yang pasti, bahasa gaul akan selalu muncul dan berkembang sesuai zaman masing-masing. Beberapa tahun lalu, istilah “memble aje” atau “Biarin, yang penting kece” sempat ngetren. Istilah-istilah tersebut lantas tenggelam dengan sendirinya, tergantikan oleh istilah lain. Di antaranya, “so what gitu loh”, “jayus”, dan “Kesian deh lo!”

F.       Pengaruh bahasa gaul terhadap bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang berfungsi sebagai alat komunikasi mempunyai peran sebagai penyampai informasi. Kebenaran berbahasa akan berpengaruh terhadap kebenaran informasi yang disampaikan. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama. Kendala yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya bahasa gaul. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik. Dewasa ini pemakaian bahasa Indonesia baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia film mulai bergeser digantikan dengan pemakaian bahasa anak remaja yang dikenal dengan bahasa gaul.
Seiring dengan perkembangan zaman ke zaman khususnya di Negara Indonesia semakin terlihat pengaruh yang diberikan oleh bahasa gaul terhadap bahasa Indonesia dalam penggunaan tata bahasanya. Penggunaan bahasa gaul oleh masyarakat luas menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa pada saat sekarang dan masa yang akan datang. Dewasa ini, masyarakat sudah banyak yang memakai bahasa gaul dan parahnya lagi generasi muda Indonesia juga tidak terlepas dari pemakaian bahasa gaul ini. Bahkan generasi muda inilah yang banyak memakai bahasa gaul daripada pemakaian bahasa Indonesia. Untuk menghindari pemakaian bahasa gaul yang sangat luas di masyrakat, seharusnya kita menanamkan kecintaan dalam diri generasi bangsa terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Seiring dengan munculnya bahasa gaul dalam masyarakat, banyak sekali dampak atau pengaruh yang ditimbulkan oleh bahasa gaul terhadap perkembangan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa diantaranya sebagai berikut:
1.        Eksistensi Bahasa Indonesia Terancam Terpinggirkan Oleh Bahasa Gaul
Berbahasa sangat erat kaitannya dengan budaya sebuah generasi. Kalau generasi negeri ini kian tenggelam dalam pudarnya bahasa Indonesia yang lebih dalam, mungkin bahasa Indonesia akan semakin sempoyongan dalam memanggul bebannya sebagai bahasa nasional dan identitas bangsa. Dalam kondisi demikian, diperlukan pembinaan dan pemupukan sejak dini kepada generasi muda agar mereka tidak mengikuti pembusukan itu. Pengaruh arus globalisasi dalam identitas bangsa tercermin pada perilaku masyarakat yang mulai meninggalkan bahasa Indonesia dan terbiasa menggunakan bahasa gaul. Saat ini jelas di masyarakat sudah banyak adanya penggunaan bahasa gaul dan hal ini diperparah lagi dengan generasi muda Indonesia juga tidak terlepas dari pemakaian bahasa gaul. Bahkan, generasi muda inilah yang paling banyak menggunakan dan menciptakan bahasa gaul di masyarakat.
2.        Menurunnya Derajat Bahasa Indonesia
Karena bahasa gaul yang begitu mudah untuk digunakan berkomunikasi dan hanya orang tertentu yang mengerti arti dari bahasa gaul, maka remaja lebih memilih untuk menggunakan bahasa gaul sebagai bahasa sehari-hari. Sehingga bahasa Indonesia semakin pudar bahkan dianggap kuno di mata remaja dan juga menyebabkan turunnya derajat bahasa indonesia.
3.         Menyebabkan punahnya Bahasa Indonesia
Penggunaan bahasa gaul yang semakin marak di kalangan remaja merupakan sinyal ancaman yang sangat serius terhadap bahasa indonesia dan pertanda semakin buruknya kemampuan berbahasa generasi muda zaman sekarang. Sehingga tidak dapat dipungkiri suatu saat bahasa Indonesia bisa hilang karena tergeser oleh bahasa gaul di masa yang akan datang

G.      Dampak Positif dan Negatif dari Penggunaan Bahasa Gaul
Segala sesuatu pasti mempunyai dampak positif dan negatif. Begitu pula dengan bahasa gaul yang juga mempunyai dampak positif dan negatif terhadap penggunanya dan orang lain.
1.        Dampak positif
Dampak positif dengan digunakannya bahasa gaul adalah remaja menjadi lebih kreatif. Terlepas dari menganggu atau tidaknya bahasa gaul ini, tidak ada salahnya kita menikmati tiap perubahan atau inovasi bahasa yang muncul. Asalkan dipakai pada situasi yang tepat, media yang tepat dan komunikan yang tepat juga.

2.        Dampak negatif
a.         Bahasa gaul dapat mengganggu siapapun yang membaca dan mendengar kata-kata yang termaksud di dalamnya. Karena, tidak semua orang mengerti akan maksud dari kata-kata gaul tersebut. Terlebih lagi dalam bentuk tulisan, sangat memusingkan dan memerlukan waktu yang lebih banyak untuk memahaminya.
b.        Bahasa gaul dapat mempersulit penggunanya dalam berkomunikasi dengan orang lain dalam acara yang formal. Misalnya ketika sedang presentasi di depan kelas.
c.         Bahasa gaul dapat menyulitkan orang lain yang mendengar kata-kata yang termaksud gaul untuk mengerti maksud dari apa yang dibicarakannya.
d.        Bagi masyarakat lain yang merasa terganggu dengan bahasa Gaul, menganggap bahasa Gaul sangat sulit dipahami demikian juga penulisan dengan huruf Gaul sangat menyulitkan bagi beberapa orang untuk membacanya.
e.         Bahasa Gaul dapat mengganggu siapapun yang membaca dan mendengar kata-kata yang termaksud di dalamnya. Karena, tidak semua orang mengerti akan maksud dari kata-kata Gaul tersebut. Terlebih lagi dalam bentuk tulisan, sangat memusingkan dan memerlukan waktu lebih banyak untuk memahaminya.

H.      Upaya Mempertahankan Bahasa Indonesia agar tidak Tergeser oleh Bahasa Gaul
Agar Bahasa Indonesia tidak tergeser oleh bahasa gaul, maka kita sebagai warga Indonesia yang baik hendaknya melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan sebelum Bahasa Indonesia benar-benar punah. Langkah-langkah yang digunakan adalah sebagai berikut:
a.         Langkah pencegahan
1.        Menjadikan Lembaga Pendidikan Sebagai Basis Pembinaan Bahasa
Bahasa baku sebagai simbol masyarakat akademis dapat dijadikan sarana pembinaan bahasa yang dilakukan oleh para pendidik. Para pakar kebahasaan, misalnya Keraf, Badudu, Kridalaksana, Sugono, Sabariyanto, Finoza, serta Arifin dan Amran memberikan batasan bahwa bahasa Indonesia baku merupakan ragam bahasa yang digunakan dalam dunia pendidikan berupa buku pelajaran, buku-buku ilmiah, dalam pertemuan resmi, administrasi negara, perundang-undangan, dan wacana teknis yang harus digunakan sesuai dengan kaidah bahasa yang meliputi kaidah fonologis, morfologis, sintaktis, kewacanaan, dan semantis.


2.        Perlunya Pemahaman Terhadap Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar
Bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku. Misalnya, dalam situasi santai dan akrab, seperti di warung kopi, pasar, di tempat arisan, dan di lapangan sepak bola hendaklah digunakan bahasa Indonesia yang tidak terlalu terikat pada patokan. Dalam situasi formal seperti kuliah, seminar, dan pidato kenegaraan hendaklah digunakan bahasa Indonesia yang resmi dan formal yang selalu memperhatikan norma bahasa. Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan aturan atau kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Kaidah bahasa itu meliputi kaidah ejaan, kaidah pembentukan kata, kaidah penyusunan kalimat, kaidah penyusunan paragraf, dan kaidah penataan penalaran. Jika kaidah ejaan digunakan dengan cermat, kaidah pembentukan kata ditaati secara konsisten, pemakaian bahasa dikatakan benar. Sebaliknya jika kaidah-kaidah bahasa kurang ditaati, pemakaian bahasa tersebut dianggap tidak benar atau tidak baku.
3.        Diperlukan Adanya Undang-Undang Kebahasaan
Dengan adanya undang-undang penggunaan bahasa diarapkan masyarakat Indonesia mampu menaati kaidahnya agar tidak mencintai bahasa gaul di negeri sendiri. Sebagai contoh nyata, banyak orang asing yang belajar bahasa Indonesia merasa bingung saat mereka berbicara langsung dengan orang Indonesia asli, karena Bahasa yang mereka pakai adalah formal, sedangkan kebanyakan orang Indonesia berbicara dengan bahasa informal dan gaul.
4.        Peran Variasi Bahasa dan Penggunaannya
Variasi bahasa terjadi akibat adanya keberagaman penutur dalam wilayah yang sangat luas. Penggunaan variasi bahasa harus disesuaikan dengan tempatnya (diglosia), yaitu antara bahasa resmi atau bahasa tidak resmi.
a.         Variasi bahasa tinggi (resmi) digunakan dalam situasi resmi seperti, pidato kenegaraan, bahasa pengantar pendidikan, khotbah, suat menyurat resmi, dan buku pelajaran. Variasi bahasa tinggi harus dipelajari melalui pendidikan formal di sekolah-sekolah.
b.        Variasi bahasa rendah digunakan dalam situasi yang tidak formal, seperti di rumah, di warung, di jalan, dalam surat-surat pribadi dan catatan untuk dirinya sendiri. Variasi bahasa ini dipelajari secara langsung dalam masyarakat umum, dan tidak pernah dalam pendidikan formal.
c.         Menjunjung Tinggi Bahasa Indonesia di Negeri Sendiri
Sebenarnya apabila kita mendalami bahasa menurut fungsinya yaitu sebagai bahasa nasional dan bahasa negara, maka bahasa Indonesia merupakan bahasa pertama dan utama di negara Republik Indonesia. Bahasa daerah yang berada dalam wilayah republik bertugas sebagai penunjang bahasa nasional, sumber bahan pengembangan bahasa nasional, dan bahasa pengantar pembantu pada tingkat permulaan di sekolah dasar di daerah tertentu untuk memperlancar pengajaran bahasa Indonesia dan mata pelajaran lain. Jadi, bahasa-bahasa daerah ini secara sosial politik merupakan bahasa kedua.
c.         Langkah-langkah penanggulangan
1.        Untuk menghindari pemakaian bahasa gaul yang sangat luas di masyarakat pada masa depan, perlu adanya usaha pada saat ini menanamkan dan menumbuhkembangkan pemahaman dan kecintaan dalam diri generasi bangsa terhadap Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional. Para orangtua, guru dan pemrintah sangat dituntut kinerja mereka dalam menanamkan dan menumbuhkembangkan pemahaman dan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap Bahasa Indonesia. Dengan demikian, pemakaian Bahasa Indonesia secara baik dan benar pada saat ini dan pada masa depan dapat meningkat.
2.        Perlu adanya tindakan nyata dari semua pihak yang peduli terhadap eksistensi bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional, bahasa persatuan dan bahasa pengantar dalam dunia pendidikan.
3.        Menyadarkan masyarakat Indonesia terutama para generasi penerus bangsa ini, Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional harus diutamakan penggunaannya. Dengan demikian, mereka lebih mengutamakan penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar daripada bahasa gaul. Penyadaran ini dapat dilakukan oleh para orang tua di rumah kepada anak-anak mereka. Dapat pula dilakukan oleh para guru kepada para siswa mereka. Selain itu, pihak pemerintah dapat bertindak secara bijak dalam menyadarkan masyarakat untuk mengutamakan penggunaan Bahasa Indonesia di negara kita.
4.        Menanamkan semangat persatuan dan kesatuan dalam diri generasi bangsa dan juga masyarakat luas untuk memperkukuh Bangsa Indonesia dengan penggunaan Bahasa Indonesia. Sebagaimana kita ketahui, Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang dapat kita gunakan untuk merekatkan persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. Dengan menanamkan semangat, masyarakat Indonesia akan lebih mengutamakan Bahasa Indonesia daripada menggunakan bahasa gaul. Cara menanamkannya dapat dilakukan di rumah, sekolah dan di masyarakat.
5.        Pemerintah Indonesia harus menekankan penggunaan Bahasa Indonesia dalam film-film produksi Indonesia. Baik film layar lebar maupun sinetron. Dengan penggunaan Bahasa Indonesia secara benar oleh para pelaku dalam film nasional yang diperankan aktor dan aktris idola masyarakat, masyarakat luas juga akan mengunakan Bahasa Indonesia seperti para idola mereka.
6.        Meningkatkan pengajaran Bahasa Indonesia di sekolah dan di perguruan tinggi. Para siswa dan mahasiswa dapat diberikan tugas praktik berbahasa Indonesia dalam bentuk dialog dan monolog pada kegiatan bermain drama, dalam bentuk diskusi kelompok, penulisan artikel dan makalah dan juga dalam bentuk penulisan sastra seperti cerita pendek dan puisi. Dengan praktik-praktik berbahasa Indonesia, dapat mengembangkan kreativitas berbahasa Indonesia mereka dan juga dapat membiasakan mereka berbahasa Indonesia secar baik dan benar.
7.        Upaya untuk membina sikap positif terhadap bahasa Indonesia dilakukan dengan jalur media masssa dan jalur kepemimpinan. Pembinaan bahasa Indonesia dilakukan melalui jalur media massa karena jangkauannya sangat luas. Kemudian, jalur kepemimpinan dapat pula dilakukan sebagai salah satu alternatif membina sikap positif terhadap bahasa Indonesia karena pemimpin merupakan panutan masyarakat.



BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Dapat kita simpulkan banyaknya kalangan remaja menggunakan bahasa gaul adakah akibat dari perkembangan zaman yang kian mengalami kemajuan baik dari dunia pendidikan sampai teknologi.
Gejala bahasa yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan bahasa Indonesia dianggap sebagai penyimpangan terhadap bahasa. Kurangnya kesadaran untuk mencintai bahasa di negeri sendiri berdampak pada tergilasnya atau lunturnya bahasa Indonesia dalam pemakaiannya dalam masyarakat terutama dikalangan remaja.
Apalagi dengan maraknya dunia kalangan artis menggunakan bahasa gaul di media massa dan elektronik, membuat remaja semakin sering menirukannya di kehidupan sehari-hari hal ini sudah menjadi wajar karena remaja suka meniru hal-hal yang baru.

B.       Saran
1.        Perlunya pelajaran tentang bahasa gaul kepada siswa SD,SMP,SMA agar siswa  menggunakan bahasa yang baik dan benar.
2.        Perbanyak sosialisasi kepada siswa-siswi sekolah tentang Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
3.        Didiklah anak sejak dini menggunakan bahasa Indonesia baik dan benar.









DAFTAR PUSTAKA

Abid, Syaiful.2017. Keberadaan Bahasa Alay Dalam Perkembangan Bahasa Indonesia

Harimurti Kridalaksana.2008. Kamus Linguistik (edisi ke-Edisi Keempat). Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.

Ayuyanti, Aisiyah.2011.Pengertian Dan Fungsi Bahasa, (online), (http://kangarul.wordpress.com), diakses 08 Agustus 2011

Adidarmodjo, Gunawan Wibisono. 1992. Kiat Bahasa. Semarang: Media Wiyata

Faizah, Umi.   Bahasa Indonesi, Antara Variasi dan Penggunaan. diakses 26 Oktober 2009


Sofa. Penggunaan Ragam Bahasa Gaul Dikalangan Remaja. diakses 26 Oktober 2009


http://bataviase.co.id/detailberita-10524806.html enggunaan-bahasa-gaul-terhadap-perkembangan-bahasa-indonesia/